Tidak dapat dipungkiri bahwa era sekarang adalah Era Amerika Serikat (al-Ashr al-Amriki). Seluruh dunia memiliki ketergantungan yang sangat besar terhadap AS, Israel dan sekutunya. AS dan Eropa yang beragama Nashrani dan Israel yang Yahudi sangat kuat mencengkeram dunia Islam. Bahkan sebagiannya dibawah kendali langsung mereka seperti Arab Saudi, Kuwait, Mesir, Irak dan lain-lain. Realitas yang buruk ini telah diprediksikan oleh Rasulullah saw. dalam haditsnya: Dari Said Al-Khudri, dari Nabi saw bersabda:" Kamu pasti akan mengikuti sunah perjalanan orang sebelummu, sejengkal demi sejengkal, sehasta demi sehasta hingga walaupun mereka masuk lubang biawak kamu akan mengikutinya". Sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah saw apakah mereka Yahudi dan Nashrani". Rasul saw menjawab, "Siapa lagi!" (H.R. Bukhari dan Muslim)
Beginilah nasib dunia Islam di akhir jaman yang
diprediksikan Rasulullah saw. Mereka akan mengikuti apa saja yang datang dari
Yahudi dan Nashrani, kecuali sedikit diantara mereka yang sadar. Dan prediksi
tersebut sekarang benar-benar sedang menimpa sebagian besar umat Islam dan
dunia Islam.
Dari segi kehidupan sosial, sebagian besar umat
Islam hampir sama dengan mereka. Hiburan yang disukai, mode pakaian yang
dipakai, makanan yang dinikmati, film-film yang ditonton, bebasnya hubungan
lawan jenis dan lain-lain. Pola hidup sosial Yahudi dan Nashrani melanda
kehidupan umat Islam dengan dipandu media massa khususnya televisi.
Dalam kehidupan ekonomi, sistem bunga atau riba
mendominasi persendian ekonomi dunia dimana dunia Islam secara terpaksa atau
sukarela harus mengikutinya. Riba' yang sangat zhalim dan merusak telah begitu
kuat mewarnai ekonomi dunia, termasuk dunia Islam. Lembaga-lembaga ekonomi
dunia seperti IMF, Bank Dunia, WTO dll mendikte semua laju perekonomian di
dunia Islam. Akibatnya krisis ekonomi dan keuangan disebabkan hutang dan
korupsi menimpa sebagian besar dunia Islam.
Begitu juga pengekoran umat Islam terhadap Yahudi
dan Nashrani terjadi dalam kehidupan politik. Politik dibangun atas dasar
nilai-nilai sekuler, mencampakkan agama dan moral dalam dunia politik, bahkan
siapa yang membawa agama dalam politik dianggap mempolitisasi agama. Begitu
buruknya kehidupan politik umat Islam, sampai departemen yang mestinya
mencerminkan nilai-nilai Islam, yaitu departemen agama, menjadi departemen yang
paling buruk dan sarang korupsi.
WAHN
WAHN
Buruknya realitas sosial politik umat Islam di akhir
zaman disebutkan dalam sebuah hadits Rasulullah saw., beliau bersabda: Dari
Tsauban berkata, Rasulullah saw. bersabda, "Hampir saja bangsa-bangsa
mengepung kamu, seperti kelompok orang lapar siap melahap makanan".
Berkata seorang sahabat, "Apakah karena jumlah kami sedikit pada waktu
itu?" Rasul saw. menjawab, "Jumlah kalian pada saat itu banyak,
tetapi kualitas kalian seperti buih ditengah lautan. Allah mencabut rasa takut
dari musuh terhadap kalian, dan memasukkan kedalam hati kalian penyakit
Wahn". Berkata seorang sahabat, "Wahai Rasulullah saw., apa itu
Wahn?" Rasul saw. berkata, "Cinta dunia dan takut mati." (H.R.
Ahmad dan Abu Daud)
Inilah sebab utama dari realitas umat Islam, yaitu
wahn. Penyakit cinta dunia dan takut mati sudah menghinggapi mayoritas umat
Islam, sehingga mereka tidak ditakuti lagi oleh musuh, bahkan menjadi
bulan-bulanan orang kafir. Banyak umat Islam yang berkhianat dan menjadi
kaki-tangan musuh Islam, hanya karena iming-iming dunia. Bangsa Amerika, Israel
dan sekutunya menjadi kuat di negeri muslim, karena di setiap negeri muslim
banyak agen dan boneka AS dan Israel. Bahkan yang lebih parah dari itu, bahwa
agen AS dan Israel itu adalah para penguasa negeri muslim sendiri atau kelompok
yang dekat dengan penguasa.
Dunia dengan segala isinya seperti harta, tahta dan
wanita sudah sedemikian kuatnya memperbudak sebagian umat Islam sehingga mereka
menjadi budak para penjajah, baik AS Nashrani dan Israel Yahudi. Dan pada saat
mereka begitu kuatnya mencintai dunia dan diperbudak oleh dunia, maka pada saat
yang sama mereka takut mati. Takut mati karena takut berpisah dengan dunia dan
takut mati karena banyak dosa. Demikianlah para penguasa dunia Islam diam, pada
saat AS membantai rakyat muslim Irak, dan Israel membantai rakyat muslim
Palestina.
MENGIKUTI YAHUDI DAN NASHRANI
Kecenderungan yang kuat terhadap dunia atau wahn, menyebabkan umat Islam mengekor dan tunduk patuh kepada dunia barat yang notabenenya dikuasi Yahudi dan Nashrani. Dan ketika umat Islam mengikuti Yahudi dan Nashrani, maka banyak sekali kemiripan dengan meraka. Beberapa kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani, di antaranya:
Kecenderungan yang kuat terhadap dunia atau wahn, menyebabkan umat Islam mengekor dan tunduk patuh kepada dunia barat yang notabenenya dikuasi Yahudi dan Nashrani. Dan ketika umat Islam mengikuti Yahudi dan Nashrani, maka banyak sekali kemiripan dengan meraka. Beberapa kemiripian dan sikap mengekor yang dilakukan umat Islam terhadap Yahudi dan Nashrani, di antaranya:
I. PENYIKAPAN TERHADAP AGAMA (SEKULER)
Kaum Yahudi dan Nashrani bersikap sekuler dalam kehidupan. Mereka mencampakkan agama dari kehidupan sosial politik. Dalam memandang sesuatu, Kaum Yahudi dan Nashrani tidak berdasarkan agama mereka. Ruang lingkup agama dipersempit hanya di tempat-tempat ibadah saja. Sedangkan kehidupan sosial politik jauh dari nilai-nilai agama. Karena mereka meyakini bahwa agama sudah tidak berfungsi lagi untuk memberikan solusi kehidupan.
Kaum Yahudi dan Nashrani bersikap sekuler dalam kehidupan. Mereka mencampakkan agama dari kehidupan sosial politik. Dalam memandang sesuatu, Kaum Yahudi dan Nashrani tidak berdasarkan agama mereka. Ruang lingkup agama dipersempit hanya di tempat-tempat ibadah saja. Sedangkan kehidupan sosial politik jauh dari nilai-nilai agama. Karena mereka meyakini bahwa agama sudah tidak berfungsi lagi untuk memberikan solusi kehidupan.
Gerakan sekuler tumbuh dan berkembang di dunia
barat, dan berkembang ke seluruh penjuru dunia seiring dengan datangnya para
penjajah barat ke dunia Islam. Maka berkembanglah sekulerisme di dunia Islam.
Kehidupan sosial politik di negara-negara Islam jauh dari nilai-nilai
ke-Islaman dan sekulerisme begitu sangat kuatnya di dunia Islam.
Sedangkan di Indonesia, sekulerisme sangat mudah
dibaca dan sangat transparan. Jika kita melihat partai-partai politik, maka
mayoritasnya partai sekuler, sampai partai yang basis masanya ormas Islam
sekalipun, masih sangat kental dengan nilai-nilai sekulernya. Sekulerisme
begitu sangat dalam masuk dalam sendi-sendi kehidupan sosial politik di
Indonesia. Simbol-simbol pemerintahan, pakaian masyarakat, bahasa yang
digunakan dll sarat dari nilai-nilai sekulerisme. Sementara dakwah Islam, masih
sangat sedikit yang mengajak pada kesempurnaan Islam dan penerapannya dalam
kehidupan masyarakat. Dakwah yang dominan di Indonesia adalah dakwah tasawuf
yang mengajak pada dzikir yang sektoral, pembinaan dan manajemen hati yang
sektoral dan sejenisnya.
II. PENYIKAPAN TERHADAP AL-QUR'AN
Pensikapan sebagian umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an sebagaimana Yahudi dan Nashrani mensikapi Taurat dan Injil. Kemiripan sikap ini pula menimbulkan fenomena dan dampak yang agak sama yang menimpa antara umat Islam dengan mereka. Beberapa kemiripan tersebut seperti disebutkan dalam informasi Al-Qur'an dan Hadits sbb:
Pensikapan sebagian umat Islam terhadap kitab suci Al-Qur'an sebagaimana Yahudi dan Nashrani mensikapi Taurat dan Injil. Kemiripan sikap ini pula menimbulkan fenomena dan dampak yang agak sama yang menimpa antara umat Islam dengan mereka. Beberapa kemiripan tersebut seperti disebutkan dalam informasi Al-Qur'an dan Hadits sbb:
1. Umiyah (Buta Huruf tentang Al-Qur'an)
Allah berfirman, "Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah 78)
Allah berfirman, "Dan di antara mereka ada yang buta huruf, tidak mengetahui Al Kitab (Taurat), kecuali dongengan bohong belaka dan mereka hanya menduga-duga." (Al-Baqarah 78)
Sifat yang menimpa bangsa Yahudi terkait dengan
kitab Tauratnya juga menimpa umat Islam terkait dengan Al-Qur'an, dimana
mayoritas umat Islam buta huruf tentang Al-Qur'an, dalam arti tidak pandai membacanya
apalagi memahaminya dengan baik.
2. Juz'iyah Al-Iman (Parsial dan Tidak Utuh dalam
Mengimani Al-Qur'an)
Allah berfirman, "Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat." (Al-Baqarah 85)
Allah berfirman, "Apakah kamu beriman kepada sebahagian Al Kitab (Taurat) dan ingkar terhadap sebahagian yang lain? Tiadalah balasan bagi orang yang berbuat demikian daripadamu, melainkan kenistaan dalam kehidupan dunia, dan pada hari kiamat mereka dikembalikan kepada siksa yang sangat berat. Allah tidak lengah dari apa yang kamu perbuat." (Al-Baqarah 85)
Ayat yang menyebutkan sikap Bani Israil terhadap
Taurat ini juga menimpa umat Islam dimana banyak diantara mereka yang beriman
pada sebagian ayat Al-Qur'an dan ingkar pada sebagian ayat yang lain. Umat
Islam banyak yang beriman pada ayat yang mengajarkan shalat, puasa dan haji,
tetapi mereka juga mengingkari ayat atau ajaran lain seperti tidak mengimani
pengharaman riba', tidak beriman pada ayat-ayat yang terkait hukum pidana
(qishash dan hudud) dan hukum-hukum lain yang terkait dengan masalah politik
dan pemerintahan.
3. Ittiba Manhaj Al-Basyari (Mengikuti Hukum Produk
Manusia)
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?"
(QS Al-Maa-idah 49-50)
"Dan hendaklah kamu memutuskan perkara di antara mereka menurut apa yang diturunkan Allah, dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka. Dan berhati-hatilah kamu terhadap mereka, supaya mereka tidak memalingkan kamu dari sebahagian apa yang telah diturunkan Allah kepadamu. Jika mereka berpaling (dari hukum yang telah diturunkan Allah), maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah menghendaki akan menimpakan musibah kepada mereka disebabkan sebahagian dosa-dosa mereka. Dan sesungguhnya kebanyakan manusia adalah orang-orang yang fasik. Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?"
(QS Al-Maa-idah 49-50)
Inilah musibah terbesar yang menimpa umat Islam di
hampir seluruh dunia Islam pada akhir zaman, mereka mengikuti hukum sekuler
buatan manusia. Bahkan di negara yang mayoritas penduduknya umat Islam, mereka
tidak berdaya bahkan menolak terhadap pemberlakuan hukum Islam. Kondisi ini
akan tetap berlangsung sehingga mereka merubah dirinya sendiri, berda'wah dan
membebaskan dari semua pengaruh asing yang menimpa umat Islam.
4. Tidak Memahami Kedudukan Al-Qur'an
"Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (Al-Israa':9)
"Sesungguhnya Al Qur'an ini memberikan petunjuk kepada (jalan) yang lebih lurus dan memberi khabar gembira kepada orang-orang Mu'min yang mengerjakan amal saleh bahwa bagi mereka ada pahala yang besar." (Al-Israa':9)
Umat Islam tidak mengetahui dan tidak mendudukkan
Al-Qur'an sesuai fungsinya. Al-Qur'an yang berfungsi sebagai hidayah untuk manusia
yang hidup tetapi banyak diselewengkan, Sebagian umat Islam hanya menggunakan
Al-Qur'an terbatas sebagai bacaan untuk orang meninggal dan dibaca saat ada
orang yang meninggal. Al-Qur'an yang berfungsi sebagai pedoman hidup hanya
ramai di musabaqahkan. Sebagaian yang lain hanya menjadikan Al-Qur'an sebagai
kaligrafi yang menjadi hiasan dinding di masjid-masjid atau di tempat lainnya.
Sebagian yang lain menjadikan Al-Qur'an sebagai jimat, yang lain hanya menjadi
pajangan pelengkap perpustakaan yang jarang dibaca atau bahkan tidak pernah
dibaca.
5. Hajr Al-Qur'an (Meninggalkan Al-Qur'an)
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan".
Meninggalkan Al-Qur'an adalah salah satu masalah besar yang menimpa umat Islam. Umat Islam banyak yang meninggalkan Al-Qur'an, dalam arti tidak memahami, tidak membaca, tidak mentadaburi, tidak membaca, tidak mengamalkan dan tidak menjadikan pedoman hidup dalam kehidupan mereka. Umat Islam lebih asyik dengan televisi, koran, majalah, lagu-lagu, musik dan lainnya. Jauhnya umat Islam menyebabkan hinanya mereka dalam kehidupan dunia. Salah satu rahasia kejayaan umat Islam apabila mereka komitmen dengan Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup.
Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an ini suatu yang tidak diacuhkan".
Meninggalkan Al-Qur'an adalah salah satu masalah besar yang menimpa umat Islam. Umat Islam banyak yang meninggalkan Al-Qur'an, dalam arti tidak memahami, tidak membaca, tidak mentadaburi, tidak membaca, tidak mengamalkan dan tidak menjadikan pedoman hidup dalam kehidupan mereka. Umat Islam lebih asyik dengan televisi, koran, majalah, lagu-lagu, musik dan lainnya. Jauhnya umat Islam menyebabkan hinanya mereka dalam kehidupan dunia. Salah satu rahasia kejayaan umat Islam apabila mereka komitmen dengan Al-Qur'an dan menjadikannya pedoman hidup.
III. PENYIKAPAN TERHADAP AHLI AGAMA (KULTUS)
Allah Taala berfirman, "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (At-Taubah: 31)
Allah Taala berfirman, "Mereka menjadikan orang-orang alimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selain Allah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masih putera Maryam; padahal mereka hanya disuruh menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dari apa yang mereka persekutukan." (At-Taubah: 31)
Inilah sikap Yahudi dan Nasrani terhadap ahli agama
mereka. Dan ternyata banyak dari umat Islam yang mengkultuskan ulama dan kyai
dan menempatkan mereka pada posisi Tuhan yang suci dan tidak pernah salah.
Terkait dengan surat At-Taubah 31, diriwayatkan
dalam beberapa hadits diantaranya oleh Ahmad, At-Tirmidzi dan At-Tabrani bahwa
Adi bin Hatim yang baru masuk Islam datang kepada Rasulullah saw. yang masih
memakai kalung salib dan Rasulullah saw. memerintahkan untuk melepaskannya.
Kemudian Rasul saw. membacakan ayat tadi. Adi menyanggahnya, "Wahai
Rasulullah kami tidak menyembahnya". Tetapi Rasulullah saw menjawabnya,
"Bukankah mereka mengharamkan yang dihalalkan Allah dan menghalalkan yang
diharamkan Allah?" Betul", kata Adi. Rasul saw. meneruskan,
"Itulah ibadah mereka".
Demikianlah pendapat mayoritas ulama jika sudah
menghalalkan apa yang diharamkan Allah dan mengharamkan apa yang dihalalkan
Allah dan mentaatinya maka itulah bentuk penyembahan terhadap ahli agama. Dan
ini pula yang banyak menimpa umat Islam, mereka mentaati secar buta apa yang
dikatakan ulama atau kyai padahal bertentangan dengan Al-Qur'an dan Hadits.
IV. PENYIKAPAN TERHADAP DUNIA (RAKUS)
Penyakit utama Yahudi adalah sangat rakus terhadap dunia, baik harta, kekuasaan maupun wanita sebagaimana direkam dalam Al-Qur'an, Allah Taala berfirman, "Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan". (Al-Baqarah 96)
Penyakit utama Yahudi adalah sangat rakus terhadap dunia, baik harta, kekuasaan maupun wanita sebagaimana direkam dalam Al-Qur'an, Allah Taala berfirman, "Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu sekali-kali tidak akan menjauhkannya dari siksa. Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan". (Al-Baqarah 96)
Penyakit ini pula yang menimpa sebagian besar umat
Islam sebagaimana disebutkan dalam hadits wahn. Perlombaan sebagian umat Islam
terhadap dunia telah membuat mereka buta dan tuli sehingga menghalalkan segala
cara. Inilah fenomena yang terjadi di Indonesia dan sebagian negeri muslim
lainnya. Mayoritas penduduknya muslim tetapi menjadi negera terkorup di dunia,
paling banyak hutangnya, paling jorok, paling rusak dll. Sungguh sangat jauh
antara Islam dan realitas umat Islam.
Di antara dorongan dunia yang paling kuat daya
tariknya adalah syahwat wanita. Dan inilah yang sedang menimpa kita. Fenomena
seks bebas, pornografi merupakan santapan harian bagi sebagian umat Islam. Dan
realitas ini sangat cerdas dimanfaatkan oleh broker seks bebas. Manusia yang
sedang rakus dan lahap terhadap syahwat mendapatkan makanan dan pemandangan
yang sangat cocok bagi mereka. Lebih ironis lagi orang-orang yang rusak itu
dianggap paling berjasa oleh sebagian kyai dan ulama, karena dapat menghibur
manusia Indonesia yang lagi stress. Memang manusia Indonesia sedang terkena
penyakit dan penyakit itu adalah penyakit hati dan syahwat. Dan mereka
memuaskan rasa sakit itu, sebagaimana narkoba memuaskan orang yang sedang
kecanduan narkoba itu.
Rasulullah saw. bersabda: Dari Abu Said Al-Khudri
ra. Nabi saw. bersabda: " Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan
sesungguhnya Allah akan menguji kalian, maka Allah akan melihat bagaimana kamu
memperlakukan dunia. Hati-hatilah terhadap dunia dan hati-hatilah terhadap
wanita, karena fitnah yang pertama menimpa Bani Israil adalah pada wanita"
(HR Muslim)
V. PENYIKAPAN TERHADAP AKHIRAT (MEREMEHKAN)
Allah SWT. berfirman: Artinya: Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?". (Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" (QS Al-Baqarah 80-81).
Allah SWT. berfirman: Artinya: Dan mereka berkata: "Kami sekali-kali tidak akan disentuh oleh api neraka, kecuali selama beberapa hari saja." Katakanlah: "Sudahkah kamu menerima janji dari Allah sehingga Allah tidak akan memungkiri janji-Nya ataukah kamu hanya mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?". (Bukan demikian), yang benar, barangsiapa berbuat dosa dan ia telah diliputi oleh dosanya, mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya" (QS Al-Baqarah 80-81).
Inilah sikap mereka yaitu Yahudi terhadap akhirat,
lebih khusus lagi terhadap neraka. Mereka meremehkan siksa api neraka. Dan ternyata
penyakit ini juga banyak menimpa umat Islam. Sebagian umat Islam yang
meremehkan siksa api neraka membuat mereka melalaikan kewajiban Islam, seperti
menegakkan shalat, zakat, puasa, haji, menutup aurat dll. Pada saat yang sama
mereka juga tidak takut berbuat dosa. Inilah fenomena potret umat Islam.
Umat Islam yang melakukan korupsi, suap, manipulasi,
dan curang dalam kehidupan politik. Umat Islam yang bertransaksi dengan riba
dalam kehidupan ekonomi. Umat Islam yang meramaikan tempat hiburan dan prostitusi
dalam keremangan malam, bahkan siang sekalipun. Umat Islam yang memenuhi
meja-meja judi disetiap pelosok kota dan negeri. Umat Islam yang banyak menjadi
korban narkoba. Umat Islam dan sebagian kaum muslimat yang buka aurat bahkan
telanjang ditonton masyarakat. Dan masih banyak lagi daftar kejahatan sebagain
umat yang mengaku umat Islam. Dan itulah potret dan realitas umat Islam hari
ini.
Dan ketikan umat Islam terus mengikuti pola hidup
Yahudi dan Nashrani dan mengekor pada kepentingan mereka, maka akan berakibat
sangat buruk yaitu murtad dan jatuh pada jurang kekafiran. Naudzubillahi min
dzaalik. Semoga kita diselamatkan dari bahaya tersebut sebagaimana yang Allah
ingatkan kepada kita semua: "Hai orang-orang yang beriman, jika kamu
mengikuti sebahagian dari orang-orang yang diberi Al Kitab, niscaya mereka akan
mengembalikan kamu menjadi orang kafir sesudah kamu beriman." (Ali Imran:
100)
0 komentar:
Posting Komentar